

Anak-anak pembuat batu bata di Lubuk Pakam ini adalah anak-anak yang kesehariannya tida k seperti anak lain; belajar dan bermain.Anak-anak di Desa Batu Lapan-Lubuk Pakam ini menghabiskan waktu luangnya untuk membuat batu bata. Proses pembuatan bata dimulai dari mencetak, membakar hingga menjemur. Dalam sehari menurut salah seorang anak pembuat bata, Anto (11), upah diterima setelah batu bata selesai dan siap dijual. Dia menerima upah 2 Rp untu per bata yang sudah jadi. Umumnya, proses pembuatan batu bata memakan waktu sampai tiga minggu dari proses mencetak hingga pengeringan selesai. Rata-rata batu bata yang dihasilkan bisa mencapai 500 buah.
Menurut anak-anak di Desa Batu Lapan yang bekerja di pembuatan batu bata, mereka bekerja dengan sukarela dan niat untuk membantu perekonomian keluarga. Lagipula pembuatan bata di Desa tersebut sudah merupakan keahlian turun-menurun. Tak heran kalau tangan kecil mereka begitu ahli menghasilkan batu bata yang merupakan salah satu bahan membuat bangunan. Bagi anak-anak ini, batu bata adalah media untuk mereka berjumapa dengan kawan-kawannya yang lain disamping menghasilkan uang untuk membantu keluarga tercinta.
Aku sangat bangga akan kegigihan mereka, tapi aku sangat miris mendengar nasib mereka tak mengenyam pendidikan
BalasHapus