

Cap Go Meh tahun ini di Medan juga dirayakan oleh kaum etnis peranakan Tionghoa. Diantaranya yang di adakan di Kompleks Asia Mega Mas Medan, Senin (9/2) cukup mempesona. Salah satu kegiatannya, atraksi barongsai. Beberapa photo bisa di lihat di sini. Paling tidak, untukku yang lagi belajar hunting foto. Ada sesuatu yang bisa dijepret:))Barongsai adalah tarian tradisi cina yang sangat unik karena pelakonnya menggunakan kostum berwujud singa diiringi dengan musik dan bunyi-bunyian tambur dan tetabuahan. Aksi barongsai biasanya juga memiliki cerita yang dilakonkan dengan berbagai gerakkan mendebarkan seperti lompatan-lompatan di atas kayu dengan tinggi bervariasai berkisar dua meter atau lebih.
Barongasai yang merupakan tarian etnis china sejak ribuan tahun, dikenal di Indonesia sejak kaum etnis ini datang pertamakalinya ke Indonesia sejak abad ke-17 an. Meski pada tahun 1965 barongsai sempat redup karena hambatan politik pada saat itu. Namun sekarang barongsai kembali mendapat tempat di Indonesia dan disenangi masarakat.
Kata Barongsai berasal dari kata barong yang berasal dari bahasa Jawa dan sai berasal dari bahasa Hokkian yang berarti singa. Menurut kaum etnis Tionghoa, singa membawa kebahagiaan. Sedangka dalam bahasa mandarin barongsai ini disebut "Wu Lung Sui".
Aksi barongsai ini juga diiringi oleh shi zi lang yaitu penari yang memakai topeng dan berada di depan baronsai yang memberi aba-aba untuk barongsai beraksi seperti meloncat, memakan sayur dan memetik bunga.
Meski pada awalnya barongsai tidak dikaitkan dengan ritual keagamaan, namun karena dipercayai oleh etnis Tionghoa, barongsai mampu mengusir roh-roh jahat, maka barongsai disinergikan dengan acara-acara agama seperti acara Cap Gomeh kali ini.
Simpan sebagai Konsep
Tidak ada komentar:
Posting Komentar